Make your own free website on Tripod.com
TIPS MENGATASI RUAM SUSU PADA BAYI

Kulit si kecil terlihat kemerahan, membengkak, dan bersisik di sekitar pipi? Bisa jadi si kecil terkena Ruam Susu. Ruam ini menimbulkan rasa gatal dan memicu anak menggaruk area yang terkena ruam, membuat anak gelisah dan rewel. Rasa gatal Ruam Susu, semakin menjadi-jadi saat malam hari dan sangat mengganggu tidur anak.

Pipi adalah area kulit bayi yang sering terkena tetesan susu atau ASI, akibatnya ketika pipi bayi mengalami ruam, para ibu berpendapat, bahwa penyebab gangguan kulit tersebut adalah susu atau ASI. Latar belakang inilah yang menyebabkan ruam pada pipi bayi disebut Ruam/ Eksim Susu.

Istilah medis gangguan kulit ini adalah Dermatitis atopik. Sebenarnya Gangguan kulit ini tidak selalu berhubungan dengan susu atau ASI. Faktor yang berperanan penting pada gangguan kulit ini adalah faktor genetis (alergi yang diturunkan) dan gangguan kulit ini dapat dipicu oleh faktor lingkungan, seperti; debu, temperatur udara yang tinggi, dan kelembapan. Air susu yang menetes dan tidak segera dikeringkan pada pipi si kecil juga merupakan salah satu faktor yang dapat memicu timbulnya gangguan kulit tersebut.

Jika bayi Anda mengalami gangguan Ruam Susu, Anda dapat menanganinya dengan beberapa cara berikut ini:
- Selalu menjaga kebersihan kulit bayi.
- Jangan biarkan bekas tetesan susu mengering tanpa dibersihkan
- Mengoleskan pelembap kulit bayi pada area kulit yang terinfeksi segera setelah mandi.
- Pilihlah pelembab yang tidak mengandung parfum
- Mandikan bayi dengan sabun yang mengandung pelembap
- Usahakan agar anak tidak menggaruk bagian kulit tersebut, karena akan menimbulkan luka yang dapat memperburuk keadaan kulit
- Hindari paparan sinar matahari pada kulit bayi yang mengalami Ruam Susu.
- Bila udara panas dan bayi berkeringat, usahakan untuk menjaga agar kulit yang mengalami gangguan tetap kering. Upayakan agar bayi tetap nyaman dan berada dalam lingkungan yang sejuk
- Jika gangguan kulit bertambah parah, dan kulit terlihat membengkak, bawa segera si kecil ke dokter untuk mendapatkan pengobatan dan penanganan lebih lanjut.



Klik di sini untuk mengirim tanggapan artikel ini .......