Make your own free website on Tripod.com
Back
Muhammad Jusuf Kalla

Dalam sebuah perbincangan dengan sejumlah wartawan, Jusuf Kalla pernah berujar bahwa dirinya dengan Susilo Bambang Yudhoyono mempunyai dua kesamaan. Yakni, sama-sama pernah dipecat dari anggota kabinet pada masa pemerintahan Abdurahman Wahid (Gus Dur), dan seiya sekata pula ketika mundur dari jabatan menteri di era Megawati Soekarnoputri, dan maju sebagai pasangan capres dan cawapres pada pemilu presiden 2004.

Jusuf Kalla memang pernah mengenyam duduk di kabinet dalam dua kepemimpinan yang berbeda. Namun, saat itu banyak orang bertanya-tanya soal sosok putra Bone yang satu ini. Maklum, sebelumnya Kalla lebih luas dikenal sebagai seorang pengusaha sukses asal Sulawesi Selatan yang punya segudang bisnis.

Tak salah bila sebagian masyarakat lebih mengenal figur Kalla sebagai seorang pengusaha ketimbang politisi, bila merunut pada sejarah hidupnya. Lahir Watampone, 15 Mei 1942, Kalla yang ketika itu masih berusia 25 tahun telah dipercaya ayahnya Ayahnya, H. Kalla, untuk meneruskan bisnis keluarga. Lulusan S1 Fakultas Ekonomi, Universitas Hasanudin Makasar, 1967, ini memang dari sejak usia muda sudah sering diikutsertakan dalam usaha, membantu orangtua. Sehingga ia terbilang mumpuni dalam dunia usaha.

Kecakapan usaha yang dimilikinya itulah yang mengantarkannya mampu mengendalikan sejumlah perusahaan. Diantaranya sebagai Direktur Utama NV. Hadji Kalla, PT Bumi Karsa, PT. Bumi Sarana Utama, PT. Kalla Inti Karsa dan Komisaris Utama PT. Bukaka Singtel International dan PT. Bukaka Teknik Utama sampai tahun 2001.Walaupun, ketika ia memimpin Bukaka, bisnisnya sempat diperkeruh oleh perselisihannya dengan pengusaha Fadel Muhammad (kini, Gubernur Gorontalo) dalam memperebutkan perusahaan yang memproduksi ‘’Belalai Gajah” atau Garbarata ini.

Karir politik yang dibangun Kalla memang tidak sehingar-bingar track record bisnisnya yang cemerlang. Padahal, selama bertahun-tahun, mantan ketua umum KADIN Sulsel ini mengabdikan dirinya di Partai Golkar (saat itu masih bernama Golkar). Sampai akhirnya, ia bisa masuk ke Senayan pada tahun 1988 sampai 2001, dan duduk menjadi anggota MPR RI.

Sebagai seorang politisi, nama Kalla baru benar-benar mencuat ketika ia ditunjuk oleh Presiden Abdurrahman Wahid menjadi Menperindag dan Kabulog. Saat itulah mencuat skandal Bulog yang menempatkan pria berkacamata ini sebagai sosok menteri yang berperan menjadi juru selamat penggunaan dana bulog. Walaupun akhirnya gagal, dan berbuah pemecatan dirinya.

Kalla juga dikenal sebagai pelobi ulung dalam persoalan sosial kemasyarakatan. Buktinya, ia bisa membujuk dua kelompok yang bermusuhan di Ambon untuk duduk dalam satu meja di Kota Malino, Sulawesi Selatan, Februari 2002. Walaupun, ikrar perdamaian itu sempat ternoda oleh sekelompok orang yang belum mempunyai kesadaran damai.

Sekelumit cerita lain yang juga bisa mendeskripsikan seorang Kalla, adalah soal kesederhanaan. Tak heran, jika ia menolak kemewahan di kantornya. Syahdan, di ruang tunggu kantornya (Menko Kesra), hanya tersedia kursi lipat yang dijejer melingkar di ruang sederhana. Kursi tamu dalam kamar kerjanya juga sederhana.

Kesederhanaan serupa terjadi ketika ia menjabat Menteri Perindustrian dan Perdagangan. Kalla lebih memilih bekerja sepenuhnya di salah satu kantornya yang lebih sederhana. Ketika itu, ia punya tiga kantor. Selaku menteri perindustrian ada kantor di Jalan Gatot Subroto. Selaku menteri perdagangan di Jalan Ridwan Rais, Menteng dan selaku Kabulog di Jalan Gatot Subroto. Dua kantor itu dinilainya terlalu mewah. Satu di antaranya luasnya sekitar 200 m2. Ada ruang rapat khusus, bahkan ada tiga ruang rapat, tiga televisi, ada dapur, musala, kamar tidur dan kamar mandi dua. Maka ia pun memilih berkantor di Perindustrian yang luasnya sekitar 50 m2 dengan peralatan kantor yang seadanya.

--------------------------------------------------------------------------------

Karier Pekerjaan:
Agustus 2001 - sekarang : Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat
1999 - 2000 : Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI
1968 - 2001 : Direktur Utama NV. Hadji Kalla
1969 - 2001 : Direktur Utama PT. Bumi Karsa
1988 - 2001 : Komisaris Utama PT. Bukaka Teknik Utama
1988 - 2001 : Direktur Utama PT. Bumi Sarana Utama
1993 - 2001 : Direktur Utama PT. Kalla Inti Karsa
1995 - 2001 : Komisaris Utama PT. Bukaka Singtel International

Organisasi:
2000 - sekarang : Anggota Dewan Penasehat ISEI Pusat
1985 - 1998 : Ketua Umum KADIN Sulawesi Selatan
1994 - sekarang : Ketua Harian Yayasan Islamic Center AI-Markaz
1992 - sekarang : Ketua IKA-UNHAS
1988 - 2001 : Anggota MPR-RI

Pendidikan :
- Fakultas Ekonomi, Universitas Hasanudin Makasar, 1967
- The European Institute of Business Administration Fountainebleu, Prancis (1977)
Karya Tulis - Enam Bulan Jadi Menteri
- Mari ke Timur!

--------------------------------------------------------------------------------

Ayah H. Kalla
Ibu
Tempat lahir Watampone, Sulawesi Selatan
Tanggal lahir 5/15/42
Agama Islam
Suami/istri
Anak

Back