Make your own free website on Tripod.com
Back
Susilo Bambang Yudhoyono

Pria berperawakan tinggi besar ini kian berkibar namanya di era Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Adalah Susilo Bambang Yudhoyono, yang memainkan peranan penting dalam kabinet Gus Dur hingga sempat disebut namanya sebagai menteri pertama. Bahkan Gus Dur pun sempat menyebut purnawirawan jenderal bintang empat itu sebagai calon presiden nmasa depan yang oke punya.

Pria jawa yang lazim disebut pers dengan insial SBY ini , lahir di Pacitan, Jateng, 9 September 1949. Karier militernya mulai melonjak setelah SBY menjadi Komandan Peleton di Yonif Linud 330 pada 1974.

SBY lantas menjadi Komandan Peleton Yonif 330 pada 1996, dan 1981 menjadi Perwira Operasi Mabes TNI AD. Tahun 1996 SBY menjabat sebagai Chief Ministry of Military Observer di Bosnia Herzegovina, lalu meloncat menjadi Assospol Kassospol TNI. Tak heran, ia mendapat julukan sebagai 'Rising Star di dunia militer.

Di era Gus Dur, SBY memilih melepas baju militernya dan menduduki posisi Menteri Pertambangan dan Energi (Mentamben). SBY yang dikenal low profile, juga ditunjuk Gus Dur sebagai negosiator (mewakili pemerintah) dengan keluarga Cendana untuk mengembalikan harta kekayaan Soeharto.

Saat Gus Dur di ujung tanduk, SBY ditunjuk menjadi Menko Polsoskam dan memegang kendali maklumat yang dikeluarkan Gus Dur yang menilai negara dalam keadaan darurat politik. Momen tersebut akan diingat pula sebagai titik balik persahabatan kedua tokoh ini. Kenyatannya, Gus Dur malah “menghabisi” SBY setelah menantu tokoh militer Sarwo Edhi itu menolak melaksanakan rencana dekrit presiden.

Namun, Hal itu tak membuat bintangnya redup. Saat pergantian pemerintahan dari Gus Dur ke Megawati, ia menjadi kandidat wapres dalam SI MPR akhir Juli 2001. Peruntungannya di dunia politik kembali diuji. Bahkan, kali ini ia maju untuk menjadi orang nomor satu di negeri ini. (ma2n dari berbagai sumber)

--------------------------------------------------------------------------------
Karier :
- Danton Yonif Linud 330 Kostrad, (1974-1976)
- Danton Pan Yonif Linud 305 Kostrad, (1976-1977)
- Pa Sops Brigif Linud 17 Kujang I Kostrad, (1977-1979)
- Danki Yonif Linud 330 Kostrad, (1979-1981)
- Paur Pabanlat Sops TNI-AD, (1981-1983)
- Dan Sekolah Pelatih Infantri (SPI) di Pussenif, (1983-1985)
- Dan Yonif 744, (1986-1988)
- Pa Sops Kodam IX/Udayana, (1988-1989)
- Dosen Seskoad, (1989-1992)
- Koorspri Dispenad, (1992-1993)
- Koorspri/Sespri Pangab, (1993)
- Dan Brigif Linud 17 Kujang I Kostrad, (1993-1994)
- Asops Kasdam Jaya, (1994-1995)
- Danrem 072/Pamungkas DI Yogyakarta, (1995-1996)
- Wa Asops Kasum ABRI, (1996)
- Kasdam Jaya, (1996)
- Pangdam II/Sriwijaya, (1997)
- Assospol Kassospol ABRI, (1997)
- Kassospol ABRI, (1998)
- Kaster ABRI, (1998)
- Ketua Fraksi ABRI MPR, (Sidang Istimewa MPR 1998)
- Kepala Staf Teritorial (Kaster) ABRI, (1998-1999)
- Menteri Pertambangan dan Energi Kabinet Presiden Abdurrahman Wahid, (26 Oktober 1999)
- Menteri Koordinator Politik, Sosial, dan Keamanan Kabinet Presiden Abdurrahman Wahid, (23 Agustus 2000-9 Agustus 2001)
- Menteri Koordinator Politik, Sosial, dan Keamanan Kabinet Gotong Royong Presiden Megawati Soekarnoputri, (9 Agustus 2001-2004)

Penugasan:
- Operasi Seroja, (1976, 1979, 1986)
- Dan Militer PBB Pengamat (Chief of Military Observer of United Nation Peace Forces) di Bosnia Herzegovina, (1996)

Pendidikan :
- Akabri, (1973)
- Airborne and Ranger Course (Fort Benning, AS), (1976)
- Master of Art (Webster University, AS), (1991)
- Anggota Timus Back to Basics, (1997)

Penghargaan:
- Adi Makayasa (lulusan terbaik Akabri 1973)
Karya Tulis

--------------------------------------------------------------------------------

Ayah
Ibu
Tempat lahir Pacitan Jawa Timur
Tanggal lahir 9/9/49
Agama Islam
Suami/istri Kristiani Herawati
Anak Dua orang

Back