Make your own free website on Tripod.com
Back
Siswono Yudo Husodo

Unik dan kontroversial. Julukan tersebut melekat pada sosok Dr.(Hc) Ir. Siswono Yudo Husodo. Unik, karena pria yang akrab disapa pak Sis ini adalah seorang pengusaha konstruksi sekaligus petani. Kontroversial, karena bila menengok karir politiknya, Soekarnois yang satu ini malah bisa dua kali menjadi menteri pada masa pemerintah Soeharto.

Lahir di Long Iram, Kalimantan Timur, 4 Juli 1943 dari ayah seorang dokter bernama Dr. Soewondo, Siswono kecil lebih banyak menempuh pendidikan dasarnya di Kendal, sebuah kota kecil sebelah barat Semarang. Masa kecilnya memang tak terlepas dengan suasana pertanian. Sewaktu SD dan SMP daerah tempat tinggalnya dikitari sawah yang sangat luas. Teman-temannya anak petani yang kalau pulang sekolah, lalu menggembalakan kerbau sambil mamandang keindahan alam yang di sebelah selatan tampak Gunung Perahu, Gunung Ungaran, Gunung Sindoro, dan Gunung Sumbing. Ia menyaksikan keluarga petani dengan kesederhanaan, keyakinan, ketekunan dan kepasrahannya kepada alam. Lingkungan alam yang demikian itu membekas kuat di hatinya. Tak heran, pak Sis mengaku, tiga bulan sekali kalau tidak pulang ke kota itu, ia merasa ada kerinduan.

Tak heran, jebolan Teknik Sipil ITB tahun 1968 ini fasih menerangkan bagaimana mengawinkan domba, bagaimana memilih bibit domba unggul, dan bagaimana bercocok tanam tembakau dan sayur-mayur. Kesibukan dan keahlian ini sudah menjadi bagian lain dari putaran roda hidup calon wakil presiden ini.

Sebagai seorang pengusaha, Siswono terbilang salah seorang pengusaha pribumi yang sukses. Kerajaan bisnis yang kini ia miliki ia bangun dari nol. Dengan bekal Rp 7,5 juta, pada 1969, ia mendirikan sebuah CV yang bergerak di bidang pekerjaan bangunan, yang kemudian ditingkatkan menjadi PT Bangun Cipta Sarana. Usahanya kemudian kian beragam ke usaha perdagangan atau keagenan alat-alat berat, sehingga ia pun mendiversifikasikan perusahaannya. Maka lahirlah PT. Asniaga Sarana. PT. Bangun Cipta Sarana yang lebih bergerak ke property. Proyek yang pernah ditangani mantan Wakil Ketua Umum KADIn Indonesia ini, termasuk kompleks perumahan Kemang Pratama, dan pemilik jalan tol Cawang-Cikampek, dan tol Bandara Cengkareng sampai Kebon Jeruk.

Karir menjadi pengusaha selama 22 tahun memimpin PT. Bangun Cipta Sarana, ia lepas ketika ayah berputra empat ini berhasil masuk ke lingkaran kabinet pemerintahan Soeharto. Walaupun dikenal sebagai Soekarnois, namun Siswono justru dipercaya memegang dua jabatan menteri dalam dua kali masa pemerintahan orde baru tersebut, masing-masing memegang jabatan menteri negara perumahan rakyat, dan menteri transmigrasi dan pemukiman perambah hutan.

Berada di lingkaran kekuasaan Soeharto yang sangat powerful bukannya tanpa risiko. Apalagi suami dari istri seorang notaris ini, bukan tipikal menteri yang serta-merta tunduk terhadap tekanan keluarga Cendana. Buktinya, Siswono pernah menolak usulan salah satu anggota keluarga presiden untuk melakukan ruislag rumah susun di Kebon Kacang. Dengan segenap keberanian ia menghadap Soeharto dan menyatakan penolakannya, dan akhirnya berhasil.’’Pak Harto kalau dijelaskan dengan argumen yang kuat akan menerima,’’ ceritanya saat itu.

Lepas dari jabatan menteri, Siwono kembali ke “habitatnya” menjadi seorang petani. Meskipun masih tetap mengendalikan bisnis perusahaan kontruksinya dengan menajdi presiden komisaris, anggota MPR RI mewakili golongan petani ini lebih banyak bergelut dengan pertanian. Ia nampaknya sungguh jadi petani. Dalam beberapa tahun terakhir, ia lebih suka bersepeda motor menyusuri jalan Jakarta-Sawangan, Kabupaten Bogor untuk menengok salah satu peternakan domba seluas 20 hektar miliknya. Ikatan emosional dengan kaum papa ini menjadi lebih kuat ketika masyarakat tani memilihnya menjadi Ketua Umum HKTI (Himpunan Kerukunan Tani Indonesia) pada tahuh 1999 hingga sekarang.

Sejarah yang akan membuktikan, apakah Siswono konsisten memperjuangkan kaum petani jika dirinya berhasil terpilih menjadi orang nomor dua di negeri ini.

--------------------------------------------------------------------------------

Karier Pekerjaan:
Direktur Utama PT. Bangun Tjipta Sarana 1969 – 1988
Menteri Negara Perumahan Rakyat RI 1988 – 1993
Menteri Transmigrasi dan PPH RI 1993 – 1998
Komisaris Utama PT. Bangun Tjipta Sarana 1998 – sekarang

Organisasi:
Ketua Umum HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) 1973 – 1977
Ketua Umum Persatuan Pengusaha Real Estate Indonesia (REI) 1983 – 1986
Ketua Departemen Koperasi dan Wiraswasta DPP Golkar 1983 – 1988
Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia 1985 – 1988
Dewan Pembina Golkar 1988 – 1998
Ketua Umum HKTI (Himpunan Kerukunan Tani Indonesia) 1999 – sekarang

Pengalaman Legeslatif:
Anggota MPR - RI utusan daerah DKI Jakarta 1982 – 1987
Anggota MPR - RI Golkar Kalimantan Timur 1987 – 1992
Anggota MPR - RI Golkar Sulawesi Tenggara 1992 – 1997
Anggota MPR - RI Golkar N.T.B. 1997 – 1998
Anggota MPR - RI utusan golongan mewakili petani 1999 – sekarang

Aktivitas Sosial:
Bendahara Yayasan Pendidikan Universitas Pancasila 1987 – 2002
Anggota Majelis Nasional Pembina Harian Pramuka 1988 – 1998
Ketua Dewan Penyantun Universitas Diponegoro 1994 – 1998
Anggota Dewan Penyantun Universitas Andalas 1996 – 2000
Anggota Dewan Penyantun Universitas Bengkulu 1997 – 2002
Ketua Jakarta Golf Club 2001 – 2003
Ketua Yayasan Pendidikan Universitas Pancasila 2002 – sekarang
Anggota Majelis Wali Amanah Institut Pertanian Bogor 2002 – sekarang

Pendidikan :
Jurusan Sipil ITB – Lulus Tahun 1968
Karya Tulis Karya Tulis

Novel :
- Warga Baru (Kasus Cina di Indonesia) Ilmiah Populer :
- Rumah Untuk Seluruh Rakyat
- Transmigrasi, Kebutuhan Negara Kepulauan Berpenduduk Heterogen dengan Persebaran yang Timpang

Politik :
- Semangat Baru Nasionalisme Indonesia.
- Nasionalisme Indonesia Dalam Era Globalisasi.

--------------------------------------------------------------------------------

Ayah Dr. Soewondo
Ibu
Tempat lahir Long Iram, Kalimantan Timur
Tanggal lahir 7/4/43
Agama Islam
Suami/istri Ratih Gondokusumo
Anak -Mutiara
-Savitri
-Emeralda (meninggal dunia saat berusia 11 tahun)
-Rubyeta
-Pirousi

Back