Make your own free website on Tripod.com
( Oleh : Lukman Hakim )

PENDAHULUAN
Pertumbuhan dan perkembangan pendidikan Islam pada masa ini berjalan seperti di zaman permulaan Islam, hanya ada sedikit peningkatan sesuai dengan perkembangan Daulah Islamiyah sendiri.
Sebagaimana telah diketahui bersama bahwa pertumbuhan dan perkembangan pendidikan Islam dibagi dalam 5 periode, sedangkan untuk pendidikan Islam bani Umayyah masuk dalam kategori periode 2, yaitu periode pertumbuhan pendidikan Islam yang berlangsung sejak Nabi Muhammad saw wafat sampai masa akhir bani Umayyah. Sehingga karena masih dalam masa pertumbuhan maka hanya ada sedikit kemajuan seperti yang diterangkan di atas. Kamajuan ini hanya diwarnai dengan berkembangnya ilmu-ilmu Naqliyah yaitu filsafat dan ilmu eksakta disamping juga ilmu-ilmu agama yang sudah berkembang sebelumnya.

Faktor yang menyebabkan kurang pesatnya perkembangan ilmu-ilmu pada zaman ini salah satunya adalah faktor pemerintahan bani Umayyah yang lebih suka pada membangun kekuatan pemerintahan/politik yang cenderung otoriter.
Untuk mengetahui pertumbuhan pendidikan Islam pada zaman ini yang lebih rinci, baiklah kita masuk saja pada pembahasan materi.

PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN PENDIDIKAN ISLAM MASA BANI UMAYYAH
Pada zaman bani Umayyah ada tiga gerakan yang berkembang dengan sendirinya, yaitu : A. GERAKAN ILMU AGAMA
Gerakan di dalam bidang ini dapat di pisah-pisahkan menjadi beberapa bagian, yaitu :
1. Lembaga dan pusat pendidikan Islam
Pada zaman ini masjid menjadi semcam lembaga sebagai pusat kehidupan dan kegiatan ilmu terutama ilmu-ilmu agama. Seorang ustadz duduk dalam masjid dan murid duduk di sekelilingnya mendengarkan pelajarannya. Kadang dalam satu masjid terdapat beberapa halaqoh dengan ustadz dan pelajaran berbeda-beda. Kadang pula ustadz menggunakan rumahnya untuk mengajar. Pada zaman ini belum ada sekolah atau gedung khusus sebagai tempat belajar. Beberapa ustadz pada masa ini adalah Abdullah bin Abbas, Hasan Basri, Ja'far As-Shidiq dan lain-lain.
Sedangkan kota-kota yang menjadi pusat kegiatan pendidikan ini masih seperti pada zaman Khulafaur rosyidin yaitu, Damaskus, Kufah, Basrah, Mesir dan ditambah lagi dengan pusat-pusat baru seperti Kordoba, Granada, Kairawan dan lain-lain.
2. Materi bidang ilmu pengetahuan.
Materi/ilmu-ilmu agama yang berkembang pada zaman ini dapat dimasukan dalam kelompok Al-Ulumul Islamiyah yaitu ilmu-ilmu Al-Qur'an, Al-Hadits, Al-Fiqih, At-Tarikh, Al-Ulumul Lisaniyah dan Al-Jughrofi. Sedangkan Al-Ulumul Islamiyah dapat dibagi menjadi tiga bagian : a. Ilmu Qiraat, yaitu ilmu cara membaca Al-Qur'an. Orang yang pandai membaca Al-Qur'an disebut Qurra. Pada zaman ini pula yang memunculkan tujuh macam bacaan Al-Qur'an yang terkenal dengan " Qiraat Tujuh " yang kemudian ditetapkan menjadi dasar bacaan ( Ushulul Lil Qira'ah ). Pelopor bacaan ini terdiri dari kaum Malawy yaitu antara lain : Abdulloh bin Katsir, Ashim bin Abu Nujud, Abdulloh bin Amir, Ali bin Hamzah dan lain-lain.

b. Ilmu Tafsir, ilmu yang berusaha untuk memberikan penafsiran terhadap ayat-ayat Al-Qur'an dengan tujuan untuk menghasilkan hukum dan undang-undang. Ahli tafsir yang pertama yaitu Ibnu Abbas, seorang shahabat terkenal yang wafat pada tahun 68 H. Menurut riwayat yang mutawatir beliau adalah orang yang pertama menafsirkan Al-Qur'an dengan cara riwayat dan isnad. Ahli tafsir lainnya adalah Mujahid yang wafat pada tahun 109 H dan ulama Syi'ah yaitu Muhammad Al-Baqir bin Ali bin Husain.

c. Ilmu Hadits, Untuk membantu di dalam memahami ayat-ayat Al-Qur'an. Karena terdapat banyak hadits maka timbullah usaha untuk mencari riwayat dan sanad yang hadits yang akhirnya menjadi Ilmu Hadits dengan segala cabang-cabangnya.
Para ahli hadits yang terkenal pada zaman ini adalah :
  1. Abu Bakar bin Muhammad bin Ubaidillah bin Zihab Az-Zuhri ( W. 123 H ).
  2. Ibnu Abi Malikiah, yaitu Abdulloh bin Abi Malikiah ( W. 119 H ).
    Pada masa kholifah Umar bin Abdul Aziz barulah hadits dibukukan yang dirintis oleh Ibnu Zihab Az-Zuhri yang kemudian disusul oleh ulama lain.
d. Ilmu Nahwu, yaitu ilmu tentang perubahan bunyi pada kata-kata yang terdapat di dalam Al-Qur'an.Pengarang ilmu nahwu yang pertama dan membukukannya seperti halnya sekarang, yaitu Abu Aswad Ad-Dualy ( W. 69 H ). Beliau belajar dari Ali bin Abi Thalib sehingga ada ahli sejarah yang mengatakan bahwa Ali bin Abi Thalib adalah Bapak Ilmu Nahwu.

e. Ilmu Jughrofi. Tentang ilmu jughrofi sekalipun bukan berasal dari bangsa arab, namun bangsa Arab muslim telah membuat ilmu ini menjadi satu ilmu yang tersendiri oleh karena tiga sebab :
  1. Al-Haj yang menjadi salah satu rukun Islam. Untuk menunaikan rukun haji kaum Muslimin di seluruh penjuru dunia harus mengetahui ilmu bumi.
  2. Al-Ilmu. Kewajiban menuntut ilmu bagi kaum muslimin, mengharuskan mereka melakukan Rihlah Ilmiyah untuk menuntut ilmu, hal mana mengharuskan kaum muslimin mengetahui ilmu bumi.
  3. Dakwah. Keharusan berdakwah dan berjihad untuk mengembangkan Islam, juga mengharuskan kaum muslimin mengetahui ilmu bumi.
    Tiga sebab ini disamping sebab-sebab lain yang mendorong orang Yunani lama untuk membuat ilmu bumi yaitu kepentingan dagang dan perang. Ilmu Jughrofi dalam masa bani Umayyah baru dalam taraf merintis jalan.
Sedangkan ilmu-ilmu yang di salin dari bahasa Asing ke dalam bahasa Arab dan di sempurnakan untuk kepentingan keilmuan umat Islam dikelompokan dalam Al-Ulumud Dakhilah yang terdiri dari :
  1. Ilmu Kima. Khalifah Yazid bin Yazid bin Mua'wiyah adalah yang menyuruh penerjemahannya ke dalam bahsa Arab.Beliau mendatangkan beberapa orang Romawi yang bermukim di Mesir, di antaranya Maryanis seorang pendeta yang mengajarkan ilmu kimia. Penerjemahan ke dalam bahasa Arab dilakukan oleh Isthafun.
  2. Ilmu Bintang. Masih dalam masa Kholid bin Walid, beliau sangat menggemari ilmu ini sehingga dikeluarkan sejumlah uang untuk mempelajari dan membeli alat-alatnya. Karena gemarnya setiap akan pergi ke medan perang selalu dibawanya ahli ilmu bintang.
  3. Ilmu Kedokteran. Penduduk Syam di jaman ini telah banyak menyalin bermacam ilmu ke dalam bahasa Arab seperti ilmu-ilmu kedokteran, mislanya karanganm Qis Ahrun dalam bahasa Suryani yang disalin ke dalam bahasa Arab oleh Masajuwaihi.
B. GERAKAN FILSAFAT
Gerakan filsafat muncul di akhir zaman bani Umayyah untuk melawan pemikiran Yahudi dan Nasrani. Pemikiran teologis dari agama Kristen sudah berkembang lebih dulu sebelum datangnya Islam dan masuk ke lingkungan Islam secara sengaja untuk merusak akidah Islam. Karena itu timbul dalam Islam pemikiran yang bersifat teologis untuk menolak ajaran-ajaran teologis dari agama Kristen yang kemudian disebut Ilmu Kalam.
Ilmu kalam dalam perkembangannya menjadi ilmu khusus yang membahas tentang berbagai macam pola pemikiran yang berbeda dari ajaran Islam sendiri, karena dalam Al-Qur'an terdapat banyak ayat yang memerintahkan untuk membaca, berfikir, menggunakan akal dan sebagainya yang kesemuanya mendorong umat Islam, terutama para ahlinya untuk berfikir mengenai segala sesuatu guna mendapatkan kebenaran dan kebijaksnaan.

C. GERAKAN SEJARAH
Pada zaman bani Umayyah gerakan sejarah menghasilkan tarikh yang terbagi dalam dua bidang besar :

Pembukuan ilmu sejarah sudah dimulai dan berkembang pesat pada zaman Abbasiyah. Demikian pesatnya sehingga mencapai jumlah 1:300 judul seperti yang diterangkan dalam kitab Kashfud Dhunun.

Klik di sini untuk mengirim tanggapan artikel ini .......